Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Ini Wagub Pengganti Pilihan Ahok Jika Jokowi Jadi Presiden

Wacana untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden (capres) 2014 mendatang semakin kuat. Jika Jokowi benar jadi presiden, Ahok otomatis menjadi DKI 1. Lalu, siapa yang menjadi wakil gubernurnya?

"Kalau saya sih maunya Bambang Dwi Hartono, kan mantan Walikota Surabaya. Yang mengatur, punya ide semua taman di Surabaya itu bukan Risma (Tri Rismaharini, Walikota Surabaya) tapi Bambang. Risma cuma meneruskan," ujar Ahok di Balaikota, Selasa (26/11/2013).


Mantan bupati Belitung Timur itu mengaku memang pernah memiliki niat mengajak Risma pindah ke DKI.

"Soal Bu Risma itu tergantung PDIP juga. Kalau Bu Risma ke sini, enak dong saya. Dia yang jalan-jalan (blusukan)," kata Ahok.

Namun, ia menyadari, Risma tidak akan mau melepas jabatannya sebagai Walikota Surabaya. Karena, menurut Ahok, kemampuan Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana yang juga sama-sama berasal dari partai PDIP belum meyakinkan.

"Kalau Bu Risma susah lepas. Karena takut wakilnya belum tentu kayak Bu Risma. Kalau Bambang kan sudah teruji. Kalau saya boleh pilih, ya Bambang. Tapi ini bukan urusan saya, urusan partai. Lagi pula belum tentu Pak Jokowi pergi..he..he..he.." kata Ahok sembari tertawa. (Tnt/Yus)


Gaya Blusukan Jokowi Diulas Koran New York Times

Gaya Blusukan Jokowi Diulas Koran New York Times 

Nama Jokowi Widodo tidak hanya santer didengungkan di tanah air sebagai gubernur Jakarta yang gemar blusukan ke kampung-kampung kumuh dan tempat becek. Nama pria yang karib disapa Jokowi ini juga dibicarakan oleh media kondang seperti The New York Times dari Amerika Serikat.

Harian yang telah terbit sejak 162 tahun ini mengulas kebiasaan blusukan Jokowi yang berhasil mengambil hati rakyat Jakarta dalam artikel berjudul "In Indonesia, a Governor at Home on the Streets", Rabu 25 September lalu.

"Setiap harinya, Joko Widodo: Gubernur Jakarta, melakukan sesuatu yang tidak pernah terdengar dilakukan oleh elit politik Indonesia: Dia menelusuri jalan-jalan untuk berbicara dengan rakyat yang memilihnya," bunyi paragraf pembuka artikel itu.

Kalimat selanjutnya, NYT menggambarkan bagaimana Jokowi dengan hangat bertemu dengan rakyat, menyalami mereka. Beberapa bahkan tidak ragu menyampaikan keluhannya, langsung pada pengurus kota Jakarta.

Selain blusukan, tulis media ini, Jokowi juga memenuhi janji-janji kampanye yang dia buat Oktober lalu. Termasuk salah satunya adalah Kartu Jakarta Sehat. Selain itu, dia juga menerapkan sistem pembayaran pajak online untuk menghindari korupsi dan suap. Belum lagi dimulainya kembali proyek MRT, membuatnya semakin tenar.

"Dia telah mengupayakan semampunya untuk dua proyek utama. Pertama, menyingkrkan kaki lima di jalan-jalan Tanah Abang, pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara, yang membuat macet di Jakarta Pusat, dan memberikan mereka ruang di bangunan di dekatnya. Kedua, relokasi 7.000 rakyat miskin di Waduk Pluit di Jakarta utara ke perumahan murah sehingga waduk itu untuk pertama kalinya dalam 30 tahun bisa membantu mengatasi banjir," tulis media peraih 112 penghargaan Pulitzer ini.

Akibat gaya blusukan dan langkah konkrit inilah, Jokowi dalam waktu singkat menempati posisi teratas calon presiden idaman tahun depan. Koran lokal terbesar di AS ini mengatakan, Jokowi memberikan angin segar di tengah maraknya skandal korupsi yang mendera pemerintah.

"Di negara yang penuh dengan korupsi, Mr. Joko secara luas dianggap sebagai politisi bersih yang tidak menggunakan posisinya untuk memperkaya diri sendiri, dan yang bekerja keras untuk memangkas korupsi di pemerintahan," ujar NYT.

"Presiden yang ada saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono yang berkuasa pada 2004 dan terpilih kembali pada 2009 berkat landasan antikorupsinya, tapi partai yang diasuhnya, Partai Demokrat, telah jatuh dalam berbagai skandal korupsi dalam dua tahun terakhir," tulis koran ini di alinea lainnya.