Kiat untuk Pengusaha Muda, Punya Mimpi Besar Ucap Jokowi


Pin It


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberi kuliah umum di Universitas Diponegoro mengenai pengusaha muda. Untuk menjadi seorang entrepreneur, Jokowi meminta para mahasiswa punya mimpi yang besar.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberi kuliah dengan tema 'Membangun Entrepreneur Muda dan Tantangan Nasionalisme Indonesia di Abad XXI' di Gedung Prof Soedarto Undip Semarang, Sabtu (9/11/2013).

Tips pertama dari Jokowi, harus punya impian. "Kalau mau masuk ke dunia enterpreneur, harus punya mimpi, yang sebesar-besarnya," tegas Jokowi.

Tips kedua adalah soal pengambilan keputusan. Hal inilah yang paling butuh keberanian menurut Jokowi.

Ia memisalkan jika seseorang hendak masuk ke danau, jangan terus berpikiran takut buaya, karena bisa saja yang ada di sana justru intan atau mutiara.

"Kalau ada buaya ya ajak bertarung, pikirkan mau diapakan buaya itu, misal kulitnya jadikan sepatu. Artinya, kalau tidak memutuskan maka tidak mulai-mulai," tegasnya.

Kondisi terlalu banyak pertimbangkan, bisa dilihat dalam rencana Monorel dan MRT. Rencana proyek itu sendiri sudah ada sejak belasan tahun lalu.

"Mikir kalau kereta bawah tanah kena banjir, padahal itu sudah ada jago-jagonya. Untuk MRT dan monorel itu kita lebih dulu dari negara lain, tapi dalam hal rencananya," kata Jokowi.

"Terus saya lihat dokumen-dokumen, kemudian ke menteri-menteri, Menteri Dalam Negeri, Keuangan, PU, Perhubungan. Saya datangi sendiri, kalau utusan enggak rampung-rampung. Nyatanya 5-6 bulan rampung dokumen. Kalau tidak begitu kapan transportasi massal terwujud?" tegasnya.

Tips berikutnya adalah melaksanakan dengan perhatian total dan tidak kenal menyerah. Karena menurut Jokowi, anak-anak muda saat ini ke depannya akan bersaing lebih ketat dengan negara lain dari segala bidang. Kemudian tips terakhir adalah dedikasi tinggi terhadap bisnis.

"Teman-teman saya yang tidak sukses itu pindah-pindah senangnya. Misal kerja listrik terus ada masalah, takut, ganti kayu, terus ganti kertas. Jangan gonta-ganti, dedikasi pada yang sudah diputukan," tandas mantan Wali Kota Solo itu.

Menurut Jokowi tips tersebut penting untuk penerus bangsa menghadapi Pasar Bebas ASEAN tahun 2015 mendatang agar bisa bertahan dari "gempuran" pedagang atau produk asing yang nantinya masuk ke Indonesia.

"Harus diingatkan ke depan itu era horisontal dan kompetisi. Sepandai apapun kita kalau tidak punya daya jual maka kita akan tergilas. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau itu dibuka tanpa batas," papar Jokowi.

"Tapi jangan takut berkompetisi, Anda semua punya potensi, harus punya keberanian bersaing," tegasnya.

0 comments:

Posting Komentar